Sally Face - A Review

Selasa, 06 Oktober 2026

1. Klasifikasi Game

  • Genre: Adventure, Indie

  • Tema: Misteri pembunuhan, supernatural, hantu, trauma, persahabatan, kultus, kematian, dan horor psikologis

  • Rating: M — Mature 17+


2. Deskripsi Game

Sally Face adalah game horor indie bergenre point-and-click adventure yang dikembangkan oleh Steve Gabry. Game ini terbagi menjadi lima episode yang mengikuti kisah karakter utama bernama Sally Face, seorang anak laki-laki yang menggunakan wajah prostetik. Dalam permainan, pemain mengikuti perjalanan Sally saat ia pindah bersama ayahnya ke Addison Apartments setelah terjadinya sebuah pembunuhan misterius.

3. Alur Cerita (Story)

Cerita lengkap Sally Face terdiri dari lima episode. Season Pass resmi Steam memuat Episode Two sampai Five dan menyebut kelima bagian sebagai kelanjutan satu misteri besar, pemain bahkan dapat melanjutkan save dari episode sebelumnya atau mulai dari episode tertentu setelah DLC terpasang. 

  • Strange Neighbors
Episode pertama memperkenalkan Sal Fisher yang berusia sekitar lima belas tahun dan baru pindah bersama ayahnya ke Addison Apartments di Nockfell. Seorang penghuni, Mrs. Sanderson, baru saja dibunuh. Sal kemudian bertemu Larry Johnson dan mulai menyelidiki kejadian itu, hingga bukti mengarah pada penghuni lain, Charley Mansfield. Pada saat yang sama, game mulai mengisyaratkan bahwa kejadian di apartemen tidak dapat dijelaskan hanya sebagai kasus kriminal biasa. 


Struktur naratif awalnya juga menggunakan framing device: sebagian besar peristiwa episode-episode awal disampaikan sebagai kilas balik oleh Sal yang lebih tua. Karena itu, pemain sejak awal memperoleh pertanyaan yang lebih besar daripada “siapa pembunuh Mrs. Sanderson?” yakni apa yang pada akhirnya terjadi kepada Sal. 


  • The Wretched
Episode kedua memperluas misteri dari pembunuhan menjadi fenomena paranormal. Sal dan Larry menyelidiki Addison Apartments, sementara Todd memodifikasi Gear Boy sehingga dapat mendeteksi titik supernatural. Mereka menemukan area tersembunyi, simbol, roh dan kekuatan jahat yang terkait dengan bangunan tersebut. Deskripsi resmi Steam merangkum episode ini sebagai usaha Sally mencari hantu untuk mengungkap kebenaran tentang Larry. 


Episode ini penting dalam desain karena alat yang awalnya terlihat seperti properti karakter berubah menjadi mekanik gameplay. Gear Boy bukan hanya unsur cerita, melainkan cara untuk menemukan informasi dan membuka lapisan misteri yang tidak terlihat pada eksplorasi normal. 


  • The Bologna Incident
Episode ketiga bermula dari misteri yang tampak lebih kecil dan bahkan agak absurd: Sal dan teman-temannya mempertanyakan asal-usul bologna yang disajikan di sekolah. Penyelidikan tersebut kemudian berkembang menjadi penemuan yang jauh lebih gelap, termasuk hubungan dengan penghuni Addison Apartments dan sebuah area ritual tersembunyi di bawah bangunan. Steam sengaja merangkum episode ini sebagai investigasi sekolah yang berkembang menjadi sesuatu “jauh lebih besar dari perkiraan” kelompok tersebut. 


Di sinilah salah satu pola desain cerita Sally Face terlihat jelas: masalah lokal → investigasi → discovery → supernatural escalation → hubungan ke misteri utama. Dengan pola itu, setiap episode memiliki konfliknya sendiri tetapi tetap membangun satu konspirasi besar. 


  • The Trial
Episode keempat meningkatkan skala konflik secara drastis. Beberapa tahun kemudian, Sal dan teman-temannya telah melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai kultus dan kekuatan supernatural di balik kejadian Nockfell. Situasi akhirnya membawa Sal pada tragedi besar di Addison Apartments, penangkapan, pengadilan, dan hukuman mati. Steam merangkum episode ini dengan kalimat bahwa Sal dan Larry menghadapi “formidable darkness”. 


Secara naratif, episode ini merupakan payoff terhadap framing pengadilan yang sudah diperlihatkan jauh lebih awal. Artinya, struktur non-linear pada episode awal bukan dekorasi semata, melainkan sebuah teknik foreshadowing: pemain sejak awal tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi tetapi belum memahami penyebabnya. 


  • Memories and Dreams
Episode kelima menjadi klimaks. Setelah nasib Sal pada episode sebelumnya, Ashley melanjutkan usaha kelompok melawan kultus dan kekuatan supernatural. Perspektif serta bentuk gameplay ikut berubah, dan konflik akhirnya bergerak dari investigasi apartemen kecil ke pertarungan terhadap ancaman yang jauh lebih besar. Ada pula epilogue yang dapat dibuka, sehingga eksplorasi dan completion mempunyai imbalan naratif tambahan. 


Dengan demikian, bila istilah “skenario” pada tugas berarti bab atau situasi naratif, Sally Face memiliki setidaknya lima skenario besar dalam bentuk lima episode. Namun bila “skenario” berarti branching storyline seperti game yang mempunyai banyak ending berdasarkan pilihan, Sally Face bukan contoh utama game bercabang. Cerita utamanya relatif linear; yang berubah terutama adalah berapa banyak rahasia, lore, percakapan dan konten tambahan yang ditemukan pemain. Optional puzzles memang membuka tambahan narasi, tetapi bukan sistem besar “pilihan A menghasilkan ending A, pilihan B menghasilkan ending B”. 


4. Aturan Main Utama 

Gameplay dasar Sally Face dapat diringkas menjadi:

Eksplorasi → berbicara dengan NPC → mencari petunjuk/objek → memecahkan puzzle → membuka informasi atau area baru → melanjutkan cerita.

Pemain mengendalikan Sal dalam lingkungan 2D dengan bergerak ke kiri dan kanan, berinteraksi dengan karakter maupun objek, serta menggunakan item yang diperoleh melalui inventory. Percakapan dengan NPC menjadi bagian penting karena sering memberikan petunjuk, informasi karakter, dan penjelasan mengenai misteri yang sedang diselidiki.

Salah satu mekanik khasnya adalah Gear Boy/Super Gear Boy, perangkat yang digunakan Sal untuk mendeteksi dan berinteraksi dengan aktivitas paranormal. Selain itu, terdapat berbagai puzzle, termasuk puzzle opsional yang dapat membuka rahasia dan informasi cerita tambahan.

Walaupun berakar pada genre point-and-click adventure, Sally Face juga menghadirkan variasi gameplay seperti minigame, permainan ritme, side-scrolling, stealth, dan beberapa sequence khusus. Variasi tersebut membuat gameplay tidak monoton sekaligus mendukung perkembangan cerita dan atmosfer misterinya.


5. Mengapa Game Ini Adalah yang Terbaik 

Menurut saya, Sally Face menarik bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena durasi permainan, harga, penerimaan pemain, prestasi, kemudahan akses, serta achievement dan replay value yang ditawarkan.

  • Durasi dan Waktu Bermain

Sally Face membutuhkan sekitar 9–15 jam untuk menyelesaikan cerita utama dan dapat mencapai sekitar 16 jam atau lebih jika mengejar rahasia dan completion. Struktur lima episode juga membuat game mudah dimainkan secara bertahap dan cocok untuk mengisi waktu luang.

  • Harga dan Value for Money

Pada harga Steam AS saat penelitian, Complete Game sekitar US$14.98, sedangkan Episode One dapat dibeli terpisah. Dibandingkan dengan durasi permainan dan banyaknya konten rahasia, puzzle, serta lore, game ini memberikan value for money yang cukup baik. Harga dapat berbeda tergantung wilayah dan diskon.

  • Penerimaan Pemain

Sally Face memperoleh status Overwhelmingly Positive di Steam, dengan sekitar 97% ulasan berbahasa Inggris bersifat positif pada saat penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa game mendapatkan penerimaan yang sangat baik dari komunitas pemain.

  • Prestasi Game

Sally Face berhasil memperoleh peringkat pertama Players Choice Indie of the Year 2018 dari IndieDB. Prestasi tersebut menunjukkan kuatnya dukungan komunitas terhadap Sally Face sebagai salah satu game indie yang menonjol pada masanya.

  • Prestasi Kreatif Developer

Sebagian besar aspek utama game, seperti art, design, music, writing, dan programming, dikerjakan oleh Steve Gabry sebagai solo developer. Meskipun dikembangkan dalam skala indie, Sally Face berhasil menghadirkan lima episode dengan identitas visual, musik, gameplay, dan cerita yang kuat.

  • Praktis untuk Dimainkan

Game ini relatif ringan dibandingkan game modern, dengan kebutuhan sekitar 4 GB RAM dan ukuran penyimpanan yang kecil. Karena itu, Sally Face cukup mudah diakses tanpa membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi atau ruang penyimpanan yang sangat besar.

  • Achievement dan Replay Value

Sally Face memiliki Steam Achievements, puzzle opsional, rahasia, dan lore tersembunyi. Pemain yang ingin mendapatkan achievement atau memahami cerita secara lebih lengkap memiliki alasan untuk melakukan eksplorasi tambahan atau memainkan kembali bagian tertentu.


6. Analisis FUN Berdasarkan Bartle Personality

  • Explorer — sumber fun terbesar
Menurut analisis Bartle, Explorer adalah tipe yang paling cocok dengan Sally Face. Bartle menjelaskan Explorer sebagai pemain yang mendapatkan kesenangan dari penemuan, mencoba hal-hal di tempat yang tidak biasa, dan memahami detail dunia game. Sally Face hampir secara langsung mendorong perilaku ini melalui optional puzzles, rahasia, hotspot tersembunyi, hantu, serta petunjuk lingkungan. 

Fun-nya muncul pada saat pemain berpikir:

“Apa yang ada di kamar ini?”, “Mengapa Gear Boy bereaksi di sini?”, “Siapa sebenarnya karakter ini?”, “Apakah benda tersebut hanya dekorasi atau petunjuk?”, dan “Bagaimana kejadian di episode sebelumnya berhubungan dengan kejadian sekarang?”

Review Adventure Gamers bahkan menyebut bahwa dunia selalu terasa memiliki lebih banyak hal untuk ditemukan, serta bahwa banyak moment berisi benda, rahasia, atau perubahan gameplay yang bisa mengejutkan pemain. 


  • Achiever — fun dari completion
Tipe kedua yang kuat adalah Achiever. Bartle menghubungkan tipe ini dengan target yang diberikan atau ditetapkan pemain dan rasa puas karena menyelesaikannya. Dalam Sally Face, motivasinya bukan level atau equipment, melainkan menyelesaikan episode, memecahkan puzzle opsional, menemukan secrets dan membuka Steam Achievements. 

Completionist playtime sekitar 16 jam dibanding sekitar 9 jam main story menunjukkan bahwa ada cukup banyak aktivitas tambahan untuk memberi ruang pada perilaku Achiever/Explorer. 

Game Sally Face memiliki total 35 achievement yang dapat diperoleh sepanjang 5 episode permainan. Achievement tersebut mencakup penyelesaian cerita, penemuan rahasia, pengumpulan item tersembunyi, serta tindakan atau pilihan tertentu selama bermain.

  • Socialiser — kuat dalam cerita, lemah menurut Bartle asli
Persahabatan Sal dengan Larry, Todd dan Ashley adalah salah satu sumber daya tarik emosional terbesar cerita. Adventure Gamers menilai script game berhasil menangkap pengalaman anak muda yang mencari orang yang memahami dirinya dan menekankan rasa compassion dalam karakter-karakternya. 

Namun secara teori Bartle yang ketat, ini bukan Socialiser gameplay penuh, sebab Bartle mendefinisikan Socialiser berdasarkan hubungan dan komunikasi dengan pemain lain, bukan NPC. Karena Sally Face resmi single-player, nilai Socialiser mekanis harus rendah. 

  • Killer — hampir tidak cocok
Ini bagian yang sering salah dalam penerapan Bartle. Sally Face memang mengandung pembunuhan, kekerasan, gore dan beberapa bagian combat, tetapi itu tidak otomatis berarti pemainnya bertipe Killer. Dalam teori Bartle, Killer berkaitan dengan pemain yang memperoleh kepuasan dari acting on other players, termasuk menyerang atau mendominasi pemain nyata. 

Karena Sally Face tidak memiliki PvP maupun multiplayer, unsur Killer secara teoritis hampir tidak tersedia. Sequence combat yang muncul lebih tepat disebut narrative/action challenge. Adventure Gamers memang menemukan elemen beat-'em-up, stealth, dan sequence lain, tetapi semuanya berada dalam pengalaman single-player. 


7. Analisis Visual dan Screenshot Gameplay

A. Minigame Super Gear Boy


Super Gear Boy juga memiliki minigame rahasia bernama In Seeking Providence. Pemain dapat membuka delapan chapter dengan menemukan aktivitas paranormal tertentu selama eksplorasi. Setiap chapter dimainkan dalam bentuk game retro dan memberikan lore tambahan mengenai kejadian masa lalu, seperti keterlibatan Rosenberg dan Jim Johnson, keluarga Holmes, serta aktivitas kelompok kultus Devourers of God yang berkaitan dengan ancaman supernatural dalam cerita utama. Dengan menyelesaikan seluruh chapter, pemain dapat memahami latar belakang misteri yang tidak dijelaskan secara langsung dalam jalur cerita utama.

B. Hantu dan Puzzle


Salah satu contoh gameplay yang menarik terdapat pada Episode 3: The Bologna Incident, ketika Sal dan Larry menyelidiki apartemen Mrs. Packerton di kamar 201, Addison Apartments untuk mencari petunjuk mengenai misteri yang sedang mereka selidiki. Di dalam apartemen tersebut, pemain harus mengeksplorasi beberapa ruangan dan menyelesaikan berbagai puzzle untuk menemukan informasi tersembunyi. Salah satu puzzle unik mengharuskan Sal berinteraksi dengan hantu berbentuk kambing untuk memperoleh petunjuk yang dibutuhkan. Bagian ini menunjukkan bagaimana Sally Face menggabungkan eksplorasi, puzzle, unsur supernatural, dan cerita dalam satu rangkaian gameplay.

C. Gitar 

Pada Episode 4: The Trial, Todd memodifikasi gitar milik Sal dengan teknologi Necrolights, sehingga gitar tersebut dapat berinteraksi dengan dunia supernatural. Dalam gameplay, Sal menggunakannya untuk menghancurkan penghalang supernatural di Addison Apartments dan melawan ancaman yang berkaitan dengan The Endless One. Pemain harus memainkan urutan nada yang ditampilkan dengan menekan kombinasi tombol yang tepat dalam batas waktu. Mekanik ini dapat disebut sebagai timing-based note sequence, karena keberhasilannya bergantung pada ketepatan pemain dalam memasukkan urutan nada. Bagian ini memberikan variasi gameplay sekaligus menghubungkan kemampuan Sal dengan konflik supernatural dalam cerita.


8. Tautan Media Tambahan dan Referensi

Link Video Trailer: 


Artikel ditulis oleh: Muhammad Naufal Dzakwan (5025231234)
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kuliah Game - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger