DuniaFana : Rangkuman gagasan dari banyak kepala

Senin, 09 Desember 2013

Nama tim : DuniaFana
Anggota :
1. Misbahul Munir - 5110100009
2. Adam Gegi Yowanda - 5110100165
3. Zahroh Nishful Lailiyah - 5110100180

Permainan bertema edukasi ternyata sangat "tricky". Di satu sisi developer harus mengembangkan sesuatu yang mempunyai good value bagi pemain dan di sisi lain, muatan "fun" tetap harus disisipkan dalam permainan yang dikembangkan sehingga pemain tidak dibuat bosan dengan good value-nya. Sempat terbersit pikiran bahwa permainan bertema puzzle dan kuis selalu mendapat sambutan hangat bagi pecinta game, tetapi apakah tidak ada inovasi lainnya?

Hampir dua minggu kami bergelut dengan bayangan kami sendiri. Segala macam ilmu yang telah kami dapatkan di perkuliahan informatika kami peras habis. Apakah simulasi akan diterapkan dalam game nantinya? Kami menjawab dengan enteng, Ya akan ada simulasi. Simulasi hukum fisika yang nyatanya banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Siapa yang tidak kenal Angry Birds? Save the Hamsters? Hill Climb Racing? Bahkan sepupu Adam yang di pelosok pun tau (kecuali mungkin Save the Hamsters karena belum masuk di Android).

Apakah akan jadi dua dimensi? Jelas kami akan menjawab tidak karena tidak satupun goresan pena dari kami bertiga layak untuk menyaingi gambaran anak SD sekalipun. Ya kami buta seni buta dua dimensi, jadi kami memutuskan kalau tiga dimesi akan menjadi pilihan kami karena banyak aset tiga dimensi yang bisa diunduh di internet.

Dari sini kami mendapat satu titik terang untuk game engine yang kami gunakan

Unity 3D

Apakah cukup di situ? Unity 3D porting ke web player lalu selesai? lalu apa bedanya dengan game-game raksasa sekelas Call of Duty? Assassin Creed? Dua game ini memiliki nilai edukasi tinggi disamping nilai kekerasan yang tinggi, bahkan Assassin Creed disebut-sebut oleh gamer sebagai guru sejarah yang lebih baik dari guru sejarah yang manapun juga. Kami membuat perubahan yang, meskipun kecil, tetap berbeda dari game-game raksasa tersebut.

Leap Motion

Bagaikan Tony Stark yang mengoperasikan segalanya di udara, itulah yang akan kami usung dalam pembuatan game ini (minus teknologi hologram yang belum ditemukan, tentu saja). Inilah perbedaan yang akan kami usung. Lalu nantinya akan seperti apa game ini?

Bayangkan seorang anak kecil usia Sekolah Dasar (kelas tiga ke bawah, kalau di atas itu sudah tidak imut-imut lagi) menggerakkan jari-jarinya yang mungil di udara dengan mata yang berbinar memandang pada layar. "Mama, aku hebat lho, bisa sampe level duapuluh! Aku pintar kan, Ma!" ujar anak itu ceria. Ya, permainan ini kami tujukan ke anak usia Sekolah Dasar untuk membantu mereka belajar "sesuatu" dengan menyenangkan.

Lalu bagaimana detailnya? Tentu saja game tiga dimensi dengan simulasi hukum fisika untuk anak-anak. Detail pengerjaannya? "Sesuatu" itu apa? Kami akan menjabarkannya lagi nanti pada tahap dua pengerjaan game ini :)

Terima kasih sudah membaca. Semoga permainan ini nantinya dapat kami wujudkan.

Salam hangat,
Tim DuniaFana
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kuliah Game - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger