Artikel ini membahas evolusi tersebut dari Metroid klasik di NES ke Hollow Knight: Silksong menggunakan kerangka Bartle Personality.
Metroid (1986)
Metroid adalah permainan aksi-petualangan tahun 1986 yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Nintendo. Sebagai seri pertama dalam waralaba Metroid, gim ini berlatar di planet Zebes dengan cerita yang mengikuti perjalanan Samus Aran.
Ia berusaha merebut kembali organisme predator bernama Metroid yang dicuri oleh Bajak Laut Luar Angkasa (Space Pirates). Para pembajak tersebut berencana mereplikasi Metroid dengan memaparkannya pada sinar beta, lalu menggunakannya sebagai senjata biologis untuk menghancurkan Samus dan siapa pun yang menentang mereka.
How to Play:
- Navigasi Labirin Buta: Pemain mengendalikan Samus Aran di planet Zebes tanpa adanya fitur peta di dalam game (in-game map). Banyak ruangan yang menggunakan aset visual yang sama persis, membuat navigasi sangat membingungkan.
- Mekanik Kombat Terbatas: Samus hanya bisa menembak ke kiri, kanan, dan atas. Ketidakmampuan menembak ke bawah atau berjongkok sambil menembak membuat posisi karakter sangat krusial.
- Progresi Berbasis Objek (Gating): Akses ke area baru murni dikunci oleh item spesifik, seperti Morph Ball untuk melewati celah sempit atau Missile untuk membuka pintu merah.
Link Gameplay: https://youtu.be/EhnWKcO1byU?si=fviz5vtHg-3O0klw
Analisis Bartle Personality:
- Explorer: Kesenangan utama murni berasal dari eksplorasi. Karena tidak ada peta, tipe Explorer sejati menemukan kepuasan dengan menggambar peta planet Zebes secara manual di atas kertas bergaris (graph paper) untuk mencari jalan rahasia.
- Achiever Game ini adalah salah satu yang pertama mengukur waktu tamat pemain. Pencapaian tertinggi bagi Achiever adalah menamatkan game secepat mungkin untuk membuka ending rahasia (seperti melihat identitas asli Samus).
- Killer: Dominasi muncul dari kemampuan bertahan hidup melawan ekosistem alien yang sangat bermusuhan dan mengalahkan bos ikonik seperti Ridley dan Kraid dengan keterbatasan pergerakan.
- Socializer: Interaksi sosial terjadi di luar layar. Pemain saling bertukar informasi mengenai lokasi suatu item tertentu ataupun langkah yang harus diambil untuk lokasi yang mereka berada di waktu itu.
Hollow Knight Silksong
Hollow Knight: Silksong adalah permainan bergenre Metroidvania tahun 2025 yang dikembangkan dan diterbitkan oleh pengembang independen asal Australia, Team Cherry. Sebagai sekuel dari Hollow Knight (2017), ceritanya mengikuti sosok mantan putri pelindung Hallownest, Hornet, setelah ia ditangkap dan dibawa ke negeri asing bernama Pharloom.
Dalam aspek permainan, pemain akan menjelajahi area luas yang saling terhubung di kerajaan tersebut, bertarung melawan musuh, melewati berbagai tantangan platformer, serta menyelesaikan misi menggunakan beragam keterampilan, peralatan, dan mekanik pergerakan yang unik.
How to Play:
- Kontrol Akrobatik Dinamis: Pergerakan Hornet sangat lincah. Pemain bisa berlari cepat (sprint), melompat secara akrobatik, meluncur, dan menyerang secara diagonal dari udara. Gravitasi terasa jauh lebih responsif dan ringan dibandingkan game klasik.
- Sistem Penyembuhan Bind: Berbeda dengan grinding nyawa yang melelahkan di Metroid, Hornet menyembuhkan diri menggunakan benang sutra (Silk) yang dikumpulkan dari pertarungan. Penyembuhan dilakukan secara instan—bahkan saat melayang di udara—menjaga tempo permainan tetap sangat cepat.
- Sistem Crafting & Tools: Pemain mengumpulkan material (shards) untuk merakit bom, jebakan berduri, dan senjata sekunder yang bisa disesuaikan dengan gaya bermain masing-masing.
- Sistem Quest & Interaksi: Eksplorasi tidak hanya didorong oleh item, tetapi juga oleh papan pengumuman misi (Quest Board) dari para NPC yang mencakup tugas Hunt (berburu), Gather (mengumpulkan), dan Wayfarer (menjelajah).
Personal Gameplay:
Analysis Bartle Personality:
Explorer:
- Map yang sangat luas
- Terdapat banyak area yang unik
- Setiap area memiliki musuh yang berbeda dengan design dan serangan berbeda
- Fitur crafting weapon yang sangat banyak
- Terdapat "Crest" atau dapat dibilang slot untuk equipment dan armor yang berbeda dan setiap crest membuat Hornet memiliki tipe serangan yang berbeda
- Terdapat sangat banyak secret area yang dapat memberikan item unik ataupun skip ke area tertentu
- Lokasi tertentu memberikan cerita yang dimana player dapat mengetahui lore dari cerita Silksong
- Banyak NPC yang dapat ditemukan dan bahkan dilawan di bagian tertentu dari game
- Suatu event dapat terjadi ataupun tidak jadi tergantung dari bagaimana kita progress game (jika kita bertemu X duluan maka Y tidak terjadi dan sebaliknya)
- Terdapat beberapa ending tergantung dari hal yang kita lakukan
- Ada banyak quest yang dapat diambil di billboard yang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan item baru
Socializer: Di dalam game, pemain berinteraksi dan membangun hubungan dengan banyak NPC. Di luar game, komunitas merayakan perilisannya dengan membedah penemuan baru, berbagi taktik pertarungan, dan membangun koneksi digital yang kuat.
Achiever:
- Mode silk soul yang dimana player harus menamatkan game tanpa mati sekalipun
- Membunuh semua musuh agar memenuhkan enemy journal
- Sangat banyak hal yang dapat ditemukan seperti Mask untuk lifepoint dan item-item lain sehingga mendapatkan 100% item completion sangat memuaskan
- Musik dari game ini sangat indah terutama cogwork dancers yang menggunakan suara gear yang dipercepat sesuai dengan kecepatan boss tersebut
- Visual yang lebih indah (dibandingkan dengan prequelnya)
- Terdapat ingame currency berupa Rosary (untuk beli item) dan juga shards (untuk membuat weapon/equipment)
Killer:
- Musuh yang sangat-sangat sulit, beberapa musuh biasa memiliki attack pattern yang sangat menjengkelkan dan banyak musuh biasa yang dapat memberikan double damage
- Semua serangan boss memiliki double damage dan bahkan untuk boss tertentu, ada serangan yang memberikan triple damage
- Area tertentu sangat susah untuk dijelajah, seperti bilewater yang dimana jika player menyetuh worm infested water, maka kita tidak akan mendapatkan life point jika mencoba untuk heal
- Tidak ada indikator yang jelas untuk kemana harus pergi ditambahkan dengan map yang luas serta area yang sulit membuat eksplorasi sangat susah
- Banyak perangkap di game yang seringkali tidak terlihat
- Jumlah bench (save point) sangat terbatas dan seringkali jauh dari boss arena
- Equipment dapat habis dan material juga dapat habis sehingga perlu grinding yang cukup lama
- Rosaries atau ingame currency dapat hilang jika mati
Analisis Perbandingan:
Secara teknis, perbedaan antara kedua game ini adalah transisi dari Game sebagai Ujian Bertahan Hidup menjadi Game sebagai Ekspresi Mekanik.
Isolasi Absolut vs Ekosistem Interaktif: Metroid mengisolasi pemain dalam keheningan total tanpa NPC sekutu, menciptakan atmosfer kesepian yang intens. Silksong menyeimbangkan bahaya tersebut dengan hadirnya kota-kota kecil berisi NPC yang memberikan rasa aman serta narasi kehidupan.
Gesekan Mekanik vs Aliran Gerakan (Friction vs Flow): Di Metroid, setiap lompatan terasa berat dan satu kesalahan kecil sangat dihukum. Di Silksong, pergerakan adalah sebuah kebebasan (flow). Kegagalan tidak memutus tempo, melainkan mendorong bermanuver lebih kreatif.
Ide Tambahan untuk Meningkatkan Fun
Pantheon of Pharloom: Sebuah arena yang berisi semua boss yang ada dari Silksong, mulai dari boss paling pertama hingga boss paling terakhir yang dilawan secaran beruntun. Ide ini sudah pernah direalisasikan di game prequelnya yaitu Hollow Knight dimana juga terdapat ending khusus jika menyelesaikan Pantheon tersebut. (Killer & Achiever).

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !