Evolusi Fun dari Rogue (1980) ke Elden Ring Nightreign

Senin, 20 April 2026

Artikel ini membahas evolusi genre roguelike dari akar klasiknya di Rogue (1980) hingga pendekatan aksi kooperatif modern di Elden Ring: Nightreign menggunakan kerangka Bartle Personality.
 

Rogue (1980)

Rogue on Steam 

Rogue adalah permainan penjelajahan ruang bawah tanah (dungeon crawler) tahun 1980 yang dikembangkan oleh A.I. Design. Sebagai pionir yang melahirkan genre "roguelike", game ini berlatar di Dungeons of Doom dengan cerita yang mengikuti seorang petualang. Ia berusaha menuruni ruang bawah tanah yang berbahaya untuk merebut kembali artefak legendaris bernama Amulet of Yendor yang tersembunyi di lantai 26, lalu kembali ke permukaan hidup-hidup.

How to Play:

  • Grafis ASCII Abstrak: Pemain mengendalikan karakter yang direpresentasikan dengan simbol "@" di layar hitam yang hanya berisikan huruf dan tanda baca. Semua musuh, lorong, dan objek diwakili oleh karakter teks, memaksa pemain menggunakan imajinasi secara penuh.

  • Permadeath & Turn-Based: Permainan murni berbasis giliran (turn-based) di mana setiap langkah atau serangan adalah satu giliran. Jika nyawa karakter habis, ia akan mati permanen (permadeath) dan seluruh progres permainan hilang total tanpa tersisa.

  • Progresi Buta (Procedural Generation): Setiap kali memulai run baru, tata letak peta, lokasi monster, hingga efek dari ramuan (potion) dan gulungan sihir (scrolls) diacak total. Pemain harus menguji item tersebut secara langsung tanpa mengetahui apakah efeknya menyembuhkan atau justru meracuni.

 Link Gameplay: https://youtu.be/vxF1osPkplA?si=ckXdbU8_rNl7I87A



Analisis Bartle Personality:

  • Explorer (Dungeon Cartographer): Kesenangan utama murni berasal dari eksplorasi dan eksperimen. Tipe Explorer menikmati proses mengidentifikasi efek misterius dari setiap item dan memetakan lantai demi lantai yang terus berubah.

  • Achiever (Ascension Seekers): Pencapaian tertinggi bagi Achiever adalah berhasil menemukan Amulet of Yendor dan membawa karakter hidup-hidup berjalan kembali ke atas, sebuah tugas sangat brutal yang mengukur tingkat penguasaan sistem permainan.

  • Killer (Conquering the RNG): Dominasi muncul dari kemampuan sintasan melawan monster mematikan dan menaklukkan sistem probabilitas acak (RNG) dari gim yang terkenal sangat tidak adil.

  • Socializer (BBS Storytellers): Interaksi sosial terjadi di luar layar. Pemain tidak bertemu di dalam game, melainkan berbagi skor tertinggi atau bertukar cerita tragis (dan lucu) tentang bagaimana karakter mereka mati konyol melalui forum BBS (Bulletin Board Systems).

Elden Ring: Nightreign



Elden Ring: Nightreign adalah permainan bergenre roguelike aksi kooperatif tahun 2025 yang dikembangkan oleh FromSoftware. Sebagai spin-off di semesta Elden Ring, ceritanya berlatar di realita alternatif bernama Limveld (Limgrave) setelah peristiwa kataklismik Primordial Night menelan wilayah tersebut dalam kegelapan abadi. Dalam aspek permainan, tim berisikan hingga tiga pemain (Nightfarers) harus mengeksplorasi peta yang diacak untuk memperkuat diri selama tiga hari waktu in-game, bertahan dari zona kegelapan yang mengecil, dan mengalahkan bos tangguh yang disebut Nightlords.

How to Play:

  • Aksi Tempur Kooperatif Dinamis: Pemain tidak lagi membuat karakter dari nol, melainkan memilih berbagai kelas (Nightfarers) yang masing-masing dibekali skill pasif, aktif, dan ultimate unik. Sinergi skill antar pemain di dalam tim menjadi kunci kemenangan.

  • Sistem Waktu & Zona Mengecil (Night's Tide): Pemain dibatasi oleh waktu tiga hari. Saat malam tiba, area aman akan menyusut secara perlahan (mirip sistem battle royale). Berada di kegelapan di luar area aman akan menguras nyawa dengan cepat, memaksa pemain terus bergerak menuju bos.

  • Sistem Scavenging Cepat: Pemain menjelajahi peta procedural untuk mengumpulkan rune, senjata, dan talisman. Jika mati saat siang hari, rekan satu tim dapat langsung membangkitkannya dengan menyerang jasadnya, menjaga tempo permainan agar tetap cepat.

 Personal Gameplay:


 

Analisis Bartle Personality:

  • Explorer: 

    • Map yang cukup luas dengan banyak lokasi atau point of interest seperti church of marika, castle, evergaol
    • Ratusan senjata yang bisa didapatkan baik dari membuka chest maupun reward dari melawan boss dan senjata yang di-drop sangat random sehingga tidak ada session yang akan sama seperti session sebelumnya
    • Boss yang sangat banyak yang juga berasal dari game-game sebelumnya seperti Elden Ring dan Dark Souls
    • Banyak karakter yang unik dengan masing-masing memiliki skillset dan ulti yang berbeda
    • Terdapat relic atau equipment yang dapat dipakai dan dapat mengkombinasikan sampai 3 relic dengan masing-masing passive yang berbeda (terdapat ratusan passive dan combination of passive di setiap relic)
    • Terdapat Shifting Earth yang dimana map akan berubah drastis sesuai dengan shift yang terjadi, semisal Shifting Earth: Rotted Woods akan memunculkan hutan dengan Scarlet Rot (debuff seperti poison) di map dengan musuh dan gimmick tertentu.
    • Setiap karakter memiliki "Remembrance" atau side quest yang akan memberikan item tertentu 
    • Boss yang sudah dikalahkan akan memiliki versi "Hardmode"nya bernama "Everdark" 
  • Socializer: 

    • Terdapat multiplayer hingga 3 orang dan dapat memiliki karakter yang sama ataupun berbeda semua
    • Terdapat mode Depth of Night dimana ada ranking system
    • Player dapat berkomunikasi mengenai area yang ingin dituju dengan meng-pin area tersebut di map
    • Player dapat menggunakan Emote kepada player lain
    • Weapon yang didapatkan bisa diberikan kepada player lain dan begitupun juga item-item di game tersebut
    • Player dapat bersantai di lobby sembari menunggu player lain menyiapkan loadout mereka 
    • Team member kita jika mati akan berada di "Downed" state yang dimana kita harus memukul mereka agar dapat revive 
  • Achiever: 

    • Setiap karakter memiliki design yang sangat unik dan visually appealing
    • Terrain dan pemandangan yang indah yang mirip seperti Elden Ring biasa
    • Menyelesaikan semua "Remembrance" dan juga Boss beserta Everdark mereka demi "100%" game completion
    • Memenangkan game hingga boss terakhir memberikan rasa kepuasan yang sangat tinggi
    • Mekanisme Leveling yang dimana kita membunuh musuh atau boss untuk mendapatkan Runes untuk levelling up
    • Membunuh Boss akan memberikan reward seperti equipment dan juga buff (seperti increased critical damage)
    • Parrying mechanic yang sangat satisfying jika berhasil dilakukan, terutama dengan karakter khusus seperti Executioner yang memiliki suara *cling*
    • Dengan setup yang benar, player dapat memberikan damage yang sangat besar sehingga cukup satisfying
    • Terdapat senjata yang lebih bagus untuk karakter tertentu dimana jika kita mendapatkannya akan memberikan serotonin boost
    • Mendapatkan Max Level (15) membuat game menjadi lebih mudah karena player mendapatkan status boost yang maksimal 
  • Killer: 
    • Karena ini adalah Soulslike, game ini sangat susah terutama untuk player yang baru pertama kali menyentuh game ini karena bahkan satu gerakan yang salah dapat mengakhiri game
    • Area yang memiliki dataran tinggi dan rendah yang terkadang membuat player susah untuk bergerak ke satu tempat ke tempat lain
    • Setiap lokasi point of interest memiliki gimmick yang membuat game susah, seperti Middle Castle dapat meng-spawn trolls yang melempar Giant Pot
    • Terdapat chance di setiap session dimana game akan meng-summon random event yang dapat menghambat progress seperti spawn boss secara mendadak
    • Waktu yang terbatas untuk mencari item dan level karena terdapat mekanik day and night, yang dimana zona akan mengecil di night yang membuat player akan kesusahan apalagi belum mendapatkan level tinggi atau jika player sedang ditengah-tengah melawan boss 

Analisis Perbandingan: Secara teknis, perbedaan antara kedua game ini adalah transisi dari Isolasi Abstrak dan Metodis menjadi Sinergi Sosial Bertekanan Tinggi.

  • Isolasi Absolut vs Ekosistem Sinergi: Rogue mengurung pemain sendirian di dalam gua bawah tanah, menciptakan suasana permadeath yang sepi dan kejam. Nightreign mengubah perjuangan roguelike menjadi pengalaman komunal, di mana kehadiran teman (Co-op) memberikan jaring pengaman dan dinamika pertarungan yang jauh lebih hidup.

  • Eksplorasi Bebas vs Desakan Waktu (Pacing): Di Rogue, pemain bisa berjalan santai memikirkan langkah selama masih memiliki pasokan makanan (Ration). Di Nightreign, eksplorasi didorong secara paksa oleh batas tiga hari dan zona Night's Tide yang menyusut, menciptakan tempo perburuan yang terasa intens setiap detiknya.

Ide Tambahan untuk Meningkatkan Fun

  • Nightlord's Gauntlet (Boss Rush): Sebuah mode arena opsional di mana tim Nightfarers harus melawan seluruh varian Nightlord (termasuk mini bos) secara beruntun (back-to-back) tanpa adanya jeda fase eksplorasi tiga hari. Di setiap jeda antar bos, pemain hanya disuguhkan dengan pilihan peti berisi perlengkapan acak untuk menyusun build dadakan. Ide ini membuang elemen scavenging dan akan sangat memuaskan hasrat adrenalin veteran soulslike yang mencari tantangan mekanik tempur murni. (Killer & Achiever).
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kuliah Game - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger